html

1/17/2013

TUGAS 4


CITA-CITA


PENGERTIAN

          Cita-cita adalah sebuah keinginan, mimpi atau harapan yang ingin seseorang capai. dengan kata lain, cita-cita adalah tujuan hidup seseorang.


CITA-CITAKU

Cita-cita sudah diperkenalkan pada saat kita masih kecil. Sewaktu kecil ketika seorang guru bertanya ingin jadi apa sebagian besar kita menjawab ingin menjadi dokter. Tapi semakin bertambahnya usia, kita sudah banyak pengetahuan dan mempunyai pemikiran yang luas maka cita-cita setiap orang pun berbeda-beda.

  • ·         Saat TK


      Saat saya masih berumur 5 tahun dan berada di taman kanak-kanak. Saat itu guru saya bertanya pada saya, apa cita-cita saya. Yang ada di pikiran saya hanya saya ingin menjadi seorang dokter. Karena saya hanya tau pekerjaan yang baik adalah menjadi seorang dokter.

  • ·         Saat SD

      Setelah masuk SD, setelah saya bisa menulis, membaca, dan menggambar, saya pun mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang arsitek.

  • ·         Saat SMP

      Masa SMP adalah masa peralihan bagi seorang remaja seusia saya waktu itu. Saya sudah tau pekerjaan dokter itu apa, saya tau menjadi arsitek itu bekerja dibidang apa. Lalu saya ingin menjadi seorang sekretaris yang bekerja dikantor dan berpakaian menarik.

  • ·         Saat SMA

      Inilah saat dimana saya harus mempunyai cita-cita yang pasti. Agar saya bisa melanjutkan pendidikan yang lebih menjurus pada keahlian dan keinginan saya. Karena cita-cita saya ingin menjadi seorang wirausaha maka awalnya saya masuk Ipa lalu saya pindah ke jurusan Ips.

  • ·         Sekarang

      Saat ini saya telah menjadi seorang mahasiswi yang masuk ke fakultas ekonomi jurusan manajemen. Saya mengambil itu karena cita-cita saya tetap ingin menjadi wirausaha yang ingin membangun sebuah usaha dan semoga dapat mensejahterakan orang-orang yang bekerja pada saya

SUMBER

narasumber asli Ratri Syabandini

TUGAS 4


TANGGUNG JAWAB TERHADAP DIRI SENDIRI



PENGERTIAN


           Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. 

  


Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri

       Setiap manusia mempunyai tanggung jawab. Tanggung jawab meliputi banyak hal. Diantaranya tanggung jawab terhadap Tuhan, tanggung jawab terhadap diri sendiri, tanggung jawab terhadap makhluk lain, tanggung jawab terhadap bangsa, dan tanggung jawab terhadap keluarga.
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.ini sangat penting dan wajib bagi semua orang. Tetapi, tanggung jawab setiap orang berbeda-beda. Sebagai pelajar kita mempunyai tanggung jawab untuk belajar. Belajar untuk mendapatkan ilmu, menambah pengetahuan dan wawasan agar kita bisa menjadi penerus bangsa yang bisa membawa bangsa Indonesia maju. Belajar harus disertai oleh niat dan usaha. Apabila kita sudah tidak niat untuk belajar, kita harus mempertanggung jawabkan sikap kita dengan menerima nilai yang mengecewakan dan kita tidak boleh menyalahkan siapapun. Seharusnya, itu dijadikan sebagai pelajaran untuk membuat kita lebih giat belajar. Belajar tidak hanya disekolah, tetapi kita juga bisa belajar dilingkungan sekitar kita. Belajar mengenai arti hidup, belajar mengenai bersosialisasi dengan sesama serta belajar tentang menghargai. Hal tersebut merupakan perwujudan dari pengembangan diri seseorang.
Dalam mengembangkan kepribadiannya, manusia bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.
Sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya, kita mempunyai tanggung jawab untuk menjaga apa yang telah diberikan oleh-Nya. Misalnya apabila kita diciptakan sebagai seorang perempuan, kita tidak boleh bersikap seperti laki-laki dan mengenakan pakaian yang membuka aurat. Hal tersebut bertolak belakang pada kodrat kita sebagai seorang perempuan,
Kita harus mensyukuri semua yang telah diberikan oleh-Nya, karena itu adalah hal yang terbaik untuk diri kita entah kita dapat merasakannya sekarang atau suatu saat nanti. Semua yang kita perbuat harus dipikirkan terlebih dulu baik-buruknya, karena kita harus mempertanggungjawabkan semuanya.



SUMBER
Narasumber asli Ratri Syabandini

TUGAS 3


Manusia dan Pandangan Hidup

A.    PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Sedangkan pandangan hidup itu sendiri bersifat kodrati. karena itu menentukan masa depan setiap manusia. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup itu sendiri. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu sendiri merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup itu banyak sekali macam dan ragamnya. Dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya ada 3 macam, yaitu :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
B.    CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan, harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Itu semua merupakan yang harus diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak bisa terpenuhi, maka cita-cita itu sendiri di sebut dengan angan-angan.
Diantara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Ada 3 faktor yang mempengaruhi untuk mencapai cita-cita tersebut, yaitu :
1. Faktor Manusia, tergantung dari dirinya sendiri apa dia mau mencapai cita-citanya atau tidak. Dan harus dilakukan dengan usaha nya sendiri.
2. Faktor kondisi, sesuai kondisi yang sedang dia rasakan. Apa dia bisa menempati sesuai kondisi yang dia alami atau tidak.
3. Faktor tingginya cita-cita, semakin tinggi cita-cita kita semakin besar pula usaha yang harus kita lakukan tergantung apa cita-cita yang kita inginkan.
C.   KEBAJIKAN
Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk yang bermoral dan beretika. Atas dorongan suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat kebaikan.
Manusia merupakan makhluk sosial yang artinya : manusia yang hidup bermasyarakat, manusia yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, manusia saling tolong menolong dan saling menghargai sesama umat manusia. Sebaliknya pula manusia saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Ada3 hal faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu :
1. Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
2. Faktor lingkungan dimana mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidak baik.
3. Faktor pengalaman yang khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan hingga sampai dewasa.
D.   USAHA / PERJUANGAN
Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan suatu cita-cita yang di inginkan. Setiap manusia harus bekerja keras demi kelangsungan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan. Perjuangan untuk hidup itu sudah kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Bila kita menginginkan sukses kunci nya kita harus berusaha dan berdoa. Berusaha dalam artian belajar dengan tekun, rajin dan giat.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan karena kemampuan terbatas itulah menjadi tolak ukur setiap kemakmuran antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau keterampilan dari manusia itu sendiri.
E.   KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan allah. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :
1. Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari allah.
2. Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal dan dengan akal manusia berpikir.
3. Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib misalnya kekuatan yang berasal dari allah dan percaya adanya allah sebagai dasar keyakinan.
F.   LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup yang berbeda walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung pada diri kita sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Pandangan hidup sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Mengenal : merupakan suatu kodrat manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jalan ini mengenal apa itu pandangan hidup.
  2. Mengerti : tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri.
  3. Menghayati : dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
  4. Meyakini : dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu.
  5. Mengabdi : sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
  6. Mengamankan : langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.
Sumber