Nama : Ratri Syabandini
Npm : 16212048
Kelas : 4EA14
Judul : Penerapan Etika Bisnis Pada PT Maju Jaya di
Pare-Jawa Timur
Penulis : Lina Juliana Haurissa dan Maria Praptiningsih
Jurnal : AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)
Penelitian dalam jurnal ini ditulis oleh
Lina Juliana Haurissa dan Maria Praptiningsih pada tahun 2014. Etika bisnis
merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah, yang
berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan,
institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis memiliki lima prinsip-prinsip
yaitu prinsip otonomi, keadilan, kejujuran, saling menguntungkan dan integritas
moral. Prinsip-prinsip etika bisnis menurut Keraf di perkuat dengan pendapat
menurut Gundlach dan Murphy, bahwa dasar-dasar etika terdiri dari: kesetaraan
(saling menguntungan), promise principle (tugas untuk menjaga
janji/komitmen), dan moralitas terhadap tugas dan tanggung jawab (mengikuti
aturan yang berlaku dan tidak secara sadar melakukan tindakan yang merugikan
satu sama lain). Adam Smith mengatakan bahwa prinsip yang paling keadilan
merupakan prinsip yang paling pokok (dalam Sinuor, 2009). Prinsip keadilan
menjadi jiwa bagi aturan bisnis dan semua praktek bisnis yang melanggar prinsip
harus dilarang. Praktek bisnis yang melanggar prinsip keadilan antara lain
monopoli, kolusi, nepotisme, manipulasim hak istimewa, perlindungan politik,
dan lain-lain. Monopoli sendiri memiliki batasan seperti halnya yang terjadi
pada PT Aqua Golden Mississippi yang ditulis dalam Antara News, bahwa pangsa
pasar PT Aqua Golden Mississippi melebihi 50% di Indonesia yang membuat
perusahaan ini terancam karena memonopoli pasar Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
(Ariwibowo, 2011). Selain Aqua, hal ini juga terjadi pada peluang elektronik
illegal asal China dan Singapura yang menguasai 40% pasar elektronik di
Indonesia yang tertulis pada Indo pos (dalam Sutrisna, 2010). Hal ini
membuktikan bahwa etika bisnis merupakan unsur penting supaya siklus hidup
suatu bisnis dapat bertahan lama, atau bahwa etika merupakan prasyarat
tumbuhnya sikap-sikap moral, khususnya sikap saling percaya, jujur, adil, dan
tanggung jawab.
PT Maju Jaya merupakan perusahaan yang
bergerak dalam bidang ekspedisi di Pare, Kediri, Jawa Timur. PT Maju Jaya juga
telah menjadi perusahaan yang fokus kepada ekspedisi darat selama 27 tahun
dengan tujuan Pare, Kediri, Wates, Blitar, Tulunganggung dan Surabaya. Selain
itu, PT Maju Jaya memberikan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan serta supplier
(distributor dan pabrik) maupun karyawan dalam kinerjannya selama ini. Hal
ini terbukti bahwa PT Maju Jaya telah melayani para pelanggannya selama 27
tahun. PT Maju Jaya berkomitmen mengutamakan keprofesionalan sebagai salah satu
kunci utama dalam kelangsungan bisnisnya
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini akan mendeskripsikan
penerapan etika bisnis pada PT Maju Jaya. Penerapan etika bisnis dideskripsikan
meliputi penerapan etika bisnis yang mana yang diterapkan di PT Maju Jaya
berdasarkan etika teleologi, etika hedonisme, etika utilitarianisme, etika
relativisme, dan etika deontologi.
Pada penelitian ini, peneliti melakukan
penelitian pada PT Maju Jaya yang berlokasi di Jalan Kwagean 22 Kec.Pare, Jawa
Timur, Indonesia.Perusahaan ini bergerak di bidang ekspedisi.Perusahaan ini
mendistribusikan barang-barang seperti; pakan ternak, bahan pangan (beras,
kecap, gula, dan terigu), marning, bahan serta alat bangunan (paku, seng, besi,
dan semen). Proses pendistribusian ini hingga mencakup wilayah Pare, Kediri,
Wates, Blitar, Tulunganggung dan Surabaya.Subjek pada penelitian ini adalah owner
dari PT Maju Jaya yaitu Ibu Koo Megawati.
Objek dalam penelitian ini adalah
penerapan etika bisnis pada perusahan ekspedisi yakni, PT Maju Jaya. Sumber
data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu:
sumber data primer pada penelitian ini diperoleh dari wawancara dan observasi
yang dilakukan pada PT Maju Jaya, dan sumber data sekunder dari penelitian ini
bersumber dari dokumen-dokumen perusahaan seperti profil perusahaan, sejarah
perusahaan. Dalam penelitian ini teknik penentuan informan yang digunakan
adalah dengan non-probability sampling.
PT Maju Jaya menerapkan penetapan harga
didasarkan pada harga, manfaat dan biaya aktual. PT Maju Jaya menyatakan bahwa
perusahaan melakukan penetapan harga berdasarkan manfaat atas jasa yang telah
diberikan yang mempertimbangkan resiko yang ditanggung oleh perusahaan. Dimana
pelanggan menyatakan bahwa PT Maju Jaya berusaha memberikan manfaat terhadap jasa
yang ditawarkan dengan cara dilayani dengan baik dan memberikan jaminan atas
barang yang diantarkan. Penetapan biaya aktual PT Maju Jaya juga telah
dipertimbangan untuk dibebankan pada harga yang diberikan berdasarkan biaya
langsung per setiap pengangkutan yang dilakukan. Penetapan harga berdasarkan
kepuasan PT Maju Jaya lebih dominan menganut etika utilitarianisme, terkecuali
pada penetapan harga dengan mempertimbangkan garansi yang menganut etika
deontologi. Untuk penetapan harga berdasarkan relationship PT Maju Jaya
menganut etika relativisme. Begitupula pada penetapan harga berdasarkan
konvensional, PT Maju Jaya menganut etika relativisme. PT Maju Jaya mampu
memprediksi posisinya dan pesaing dan apa yang perlu dipersiapkan kedepannya
untuk menjadi lebih baik. Dalam hal menciptakan peluang, PT Maju Jaya termasuk
cukup kreatif. Dimana, PT Maju Jaya perlahan merubah sistem kerja yang lama
menjadi lebih baik dan juga mulai merambah keusaha lain yakni hasil bumi
seperti, jagung. Hal tersebut dirasakan dapat menjadi peluang yang biasanya
pelanggan beli dari perusahaan lain dan hanya memakai jasa dari PT Maju Jaya,
sekarang PT Maju Jaya mampu menjadi produsen dan menjadi distributor sekaligus
dengan menawarkan jasanya. dalam etika berkompetisi, PT Maju Jaya menganut
etika relativisme. Etika bisnis pada PT Maju Jaya belum sempurna dan masih
ditemui banyak kekurangan. Karena, PT Maju Jaya belum sepenuhnya menerapkan
semua aspek-aspek etika bisnis dalam perusahaannya. Seperti terkadang dijumpai
adanya pemberian imbalan dengan maksud-maksud tertentu saat terdesak. Walaupun
selaku pemimpin menyadari bahwa perlakuan tersebut salah. Namun, peneliti
menemukan beberapa hal yang memberikan dampak positif kepada perusahaan.
Terbukti dengan keuntungan-keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam kaitannya
dengan etika bisnis antara lain:
Etika
bisnis merupakan tolak ukur untuk menilai kesehatan perusahaan atau efisiensi
manajemen dalam PT Maju Jaya.
Etika
bisnis mampu menunjukan bahwa jasa yang ditawarkan oleh PT Maju Jaya diterima
dan dihargai oleh masyarakat.
Etika
bisnis merupakan syarat keberlangsungan jangka panjang bagi PT Maju Jaya
Etika
bisnis juga mengarahkan PT Maju Jaya untuk berkembang menjadi lebih baik,
tertib, teratur, dan sejahtera.
Dari
hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan etika bisnis di PT Maju
Jaya menerapkan etika relativisme dan etika utilitarianisme dalam berbisnis
Referensi
http://studentjournal.petra.ac.id/index.php/manajemen-bisnis/article/view/2526