html

11/23/2015

TUGAS 1 - ETIKA BISNIS




Nama   : Ratri Syabandini
Npm    : 16212048
Kelas   : 4EA14

Judul   : Penerapan Etika Bisnis Pada PT Maju Jaya di Pare-Jawa Timur
Penulis : Lina Juliana Haurissa dan Maria Praptiningsih
Jurnal   : AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

Penelitian dalam jurnal ini ditulis oleh Lina Juliana Haurissa dan Maria Praptiningsih pada tahun 2014. Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah, yang berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis memiliki lima prinsip-prinsip yaitu prinsip otonomi, keadilan, kejujuran, saling menguntungkan dan integritas moral. Prinsip-prinsip etika bisnis menurut Keraf di perkuat dengan pendapat menurut Gundlach dan Murphy, bahwa dasar-dasar etika terdiri dari: kesetaraan (saling menguntungan), promise principle (tugas untuk menjaga janji/komitmen), dan moralitas terhadap tugas dan tanggung jawab (mengikuti aturan yang berlaku dan tidak secara sadar melakukan tindakan yang merugikan satu sama lain). Adam Smith mengatakan bahwa prinsip yang paling keadilan merupakan prinsip yang paling pokok (dalam Sinuor, 2009). Prinsip keadilan menjadi jiwa bagi aturan bisnis dan semua praktek bisnis yang melanggar prinsip harus dilarang. Praktek bisnis yang melanggar prinsip keadilan antara lain monopoli, kolusi, nepotisme, manipulasim hak istimewa, perlindungan politik, dan lain-lain. Monopoli sendiri memiliki batasan seperti halnya yang terjadi pada PT Aqua Golden Mississippi yang ditulis dalam Antara News, bahwa pangsa pasar PT Aqua Golden Mississippi melebihi 50% di Indonesia yang membuat perusahaan ini terancam karena memonopoli pasar Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) (Ariwibowo, 2011). Selain Aqua, hal ini juga terjadi pada peluang elektronik illegal asal China dan Singapura yang menguasai 40% pasar elektronik di Indonesia yang tertulis pada Indo pos (dalam Sutrisna, 2010). Hal ini membuktikan bahwa etika bisnis merupakan unsur penting supaya siklus hidup suatu bisnis dapat bertahan lama, atau bahwa etika merupakan prasyarat tumbuhnya sikap-sikap moral, khususnya sikap saling percaya, jujur, adil, dan tanggung jawab.

PT Maju Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang ekspedisi di Pare, Kediri, Jawa Timur. PT Maju Jaya juga telah menjadi perusahaan yang fokus kepada ekspedisi darat selama 27 tahun dengan tujuan Pare, Kediri, Wates, Blitar, Tulunganggung dan Surabaya. Selain itu, PT Maju Jaya memberikan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan serta supplier (distributor dan pabrik) maupun karyawan dalam kinerjannya selama ini. Hal ini terbukti bahwa PT Maju Jaya telah melayani para pelanggannya selama 27 tahun. PT Maju Jaya berkomitmen mengutamakan keprofesionalan sebagai salah satu kunci utama dalam kelangsungan bisnisnya

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini akan mendeskripsikan penerapan etika bisnis pada PT Maju Jaya. Penerapan etika bisnis dideskripsikan meliputi penerapan etika bisnis yang mana yang diterapkan di PT Maju Jaya berdasarkan etika teleologi, etika hedonisme, etika utilitarianisme, etika relativisme, dan etika deontologi.

Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian pada PT Maju Jaya yang berlokasi di Jalan Kwagean 22 Kec.Pare, Jawa Timur, Indonesia.Perusahaan ini bergerak di bidang ekspedisi.Perusahaan ini mendistribusikan barang-barang seperti; pakan ternak, bahan pangan (beras, kecap, gula, dan terigu), marning, bahan serta alat bangunan (paku, seng, besi, dan semen). Proses pendistribusian ini hingga mencakup wilayah Pare, Kediri, Wates, Blitar, Tulunganggung dan Surabaya.Subjek pada penelitian ini adalah owner dari PT Maju Jaya yaitu Ibu Koo Megawati.


Objek dalam penelitian ini adalah penerapan etika bisnis pada perusahan ekspedisi yakni, PT Maju Jaya. Sumber data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu: sumber data primer pada penelitian ini diperoleh dari wawancara dan observasi yang dilakukan pada PT Maju Jaya, dan sumber data sekunder dari penelitian ini bersumber dari dokumen-dokumen perusahaan seperti profil perusahaan, sejarah perusahaan. Dalam penelitian ini teknik penentuan informan yang digunakan adalah dengan non-probability sampling.

PT Maju Jaya menerapkan penetapan harga didasarkan pada harga, manfaat dan biaya aktual. PT Maju Jaya menyatakan bahwa perusahaan melakukan penetapan harga berdasarkan manfaat atas jasa yang telah diberikan yang mempertimbangkan resiko yang ditanggung oleh perusahaan. Dimana pelanggan menyatakan bahwa PT Maju Jaya berusaha memberikan manfaat terhadap jasa yang ditawarkan dengan cara dilayani dengan baik dan memberikan jaminan atas barang yang diantarkan. Penetapan biaya aktual PT Maju Jaya juga telah dipertimbangan untuk dibebankan pada harga yang diberikan berdasarkan biaya langsung per setiap pengangkutan yang dilakukan. Penetapan harga berdasarkan kepuasan PT Maju Jaya lebih dominan menganut etika utilitarianisme, terkecuali pada penetapan harga dengan mempertimbangkan garansi yang menganut etika deontologi. Untuk penetapan harga berdasarkan relationship PT Maju Jaya menganut etika relativisme. Begitupula pada penetapan harga berdasarkan konvensional, PT Maju Jaya menganut etika relativisme. PT Maju Jaya mampu memprediksi posisinya dan pesaing dan apa yang perlu dipersiapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik. Dalam hal menciptakan peluang, PT Maju Jaya termasuk cukup kreatif. Dimana, PT Maju Jaya perlahan merubah sistem kerja yang lama menjadi lebih baik dan juga mulai merambah keusaha lain yakni hasil bumi seperti, jagung. Hal tersebut dirasakan dapat menjadi peluang yang biasanya pelanggan beli dari perusahaan lain dan hanya memakai jasa dari PT Maju Jaya, sekarang PT Maju Jaya mampu menjadi produsen dan menjadi distributor sekaligus dengan menawarkan jasanya. dalam etika berkompetisi, PT Maju Jaya menganut etika relativisme. Etika bisnis pada PT Maju Jaya belum sempurna dan masih ditemui banyak kekurangan. Karena, PT Maju Jaya belum sepenuhnya menerapkan semua aspek-aspek etika bisnis dalam perusahaannya. Seperti terkadang dijumpai adanya pemberian imbalan dengan maksud-maksud tertentu saat terdesak. Walaupun selaku pemimpin menyadari bahwa perlakuan tersebut salah. Namun, peneliti menemukan beberapa hal yang memberikan dampak positif kepada perusahaan. Terbukti dengan keuntungan-keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam kaitannya dengan etika bisnis antara lain:
Etika bisnis merupakan tolak ukur untuk menilai kesehatan perusahaan atau efisiensi manajemen dalam PT Maju Jaya.
Etika bisnis mampu menunjukan bahwa jasa yang ditawarkan oleh PT Maju Jaya diterima dan dihargai oleh masyarakat.
Etika bisnis merupakan syarat keberlangsungan jangka panjang bagi PT Maju Jaya
Etika bisnis juga mengarahkan PT Maju Jaya untuk berkembang menjadi lebih baik, tertib, teratur, dan sejahtera.
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan etika bisnis di PT Maju Jaya menerapkan etika relativisme dan etika utilitarianisme dalam berbisnis

Referensi
http://studentjournal.petra.ac.id/index.php/manajemen-bisnis/article/view/2526

No comments:

Post a Comment