REVIEW ARTIKEL ETIKA BISNIS
Judul : Etika Bisnis Dalam Kasus Impor Daging
Sapi
Penulis : Ktut Silvanita
Jurnal : Kajian Ilmiah Ubhara Jaya, Volume 14,
Nomor: 2, April 2014
Ketahanan pangan merupakan
isu strategis pemerintah Indonesia seperti yang dituangkan dala Peraturan
Pemerintah Nomor 68 tahun 2002. Salah satu bentuk ketahanan pangan adalah
memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri. Dalam kasus Swasembada daging sapi
krisis daging meningkatkan persaingan antar importir, terjadilah peningkatan
produksi sapi dalam negeri dan penurunan impor sapi. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa kebutuhan daging sapi melebihi produksinya di dalam negeri.
Kuota impor yang semakin sedikit dan jumlah importir yang meningkat telah
mendorong perusahaan importir untuk melakukan pelanggaran etika bisnis dengan
melakukan suap. Praktik curang ini tidak hanya merugikan perusahaan lain tetapi
juga masyarakat dan negara. Etika bisnis bertujuan menggugah kesadaran moral
para pelaku bisnis untuk mejalankan bisnisnya secara benar dan mengikuti
prinsip-prinsip bisnis yang beretika. Untuk itu, etika bisnis sejatinya menjadi
standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya
sebagai pedoman utnuk melaksanakan pekerjaan dengan dilandasi moral yang jujur,
luhur, transparan dan sikap yang profesional.
Pelanggaran etika bisa
terjadi dimana saja, termasuk dalam dunia bisnis seperti suap. Suap merupakan
pelanggaran etika bisnis yang merugikan banyak pihak termasuk negara. Terdapat
banyak alasan melakukan suap seperti kepentingan bisnis, kebiasaan, bentuk dari
komisi, pajak atau kompensasi. Menurut Bertens (2000) dalam bukunya “Pengantar
Etika Bisnis” terdapat 4 alasan bahwa suap dianggap tidak bermoral yaitu suap
melanggar etika pasar, suap adalah praktik tidak etis, suap bertentangan dengan
asas keadilan, praktik suap mengandung perbuatan tidak etis dan ilegal.
Mekanisme penetapan
alokasi impor daging sapi yang terjadi di Indonesia pada tahun 2013 dan
pembagian kuota dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam
Permentan no. 50/2011 telah diputuskan bahwa alokasi impor nasional daging sapi
tahun 2013 sebesar 80.000ton, terdiri dari 60% impor dalam bentuk sapi bakalan
(267.000 ekor sapi atau 48.000 ton daging) dan 40% impor dalam bentuk daging
sapi (32.000 ton).
Tujuan dari bisnis
adalah mendapatkan keuntungan. Namun bila keuntungan diperoleh dengan cara yang
tidak terpuji, akan akan merugikan perusahaan itu sendiri, dan stakeholders
lainnya serta masyarakat. Dalam kasus impor daging sapi dan kegiatan-kegiatan
bisnis lainnya, birokrasi yang panjang serta keterlibatan berbagai pihak
membuka peluang bagi pelaku bisnis untuk melakukan perbuatan curang untuk
meningkatkan keuntungan perusahaan. Perbuatan curang (suap) menurunkan dan
menghilangkan peluang bagi perusahaan lain untuk memperoleh keuntungan. Perbuatan
suap merupakan pelanggaran etika bisnis.
Etika bisnis mendorong
mendorong pelaku bisnis untuk mewujudkan citra dan manajeen bisnis yang etis
sehingga menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap dunia bisnis. Untuk menjalankan
bisnis yang beretika diperlukan adanya pengendalian etika dalam bisnis, yaitu:
- Pengendalian diri
- Pengembangan tanggung jawab sosial
- Mempertahankan jati diri
- Menciptakan persaingan sehat
- Menerapkan konsep “Pembangunan Berkelanjutan”
- Menghindari sifat katabelece, kongkalikong, koneksi, kolusi
- Mampu mengatakan yang benar adalah benar
- Menumbuhkan sikap saling percaya
- Konsukuen dan konsisten dengan aturan main bersama
- Memlihara kesepakatan
- Menuangkan dalam hukum positif
Keuntungan akan
diperoleh dari suatu bisnis dengan melakukannya secara baik dan etis, good
business, yaitu bisnis yang bersih, jujur, dan sesuai dengan peraturan yang
berlaku. Sebaliknya keuntungan yang diperoleh dengan cara tidak terpuji akan
terungkap pada waktunya, dan pada akhirnya akan menurunkan citra perusahaan,
menurunkan kepercayaan karyawan, dan merugikan stakeholders serta shareholders.
Referensi
https://ktutspaneblog.files.wordpress.com/2014/06/jurnal-ubhara.pdf
Casino de Monte Carlo | Dr.MCD
ReplyDeleteThe Casino 용인 출장샵 de 목포 출장마사지 Monte Carlo is a 16-story 여수 출장샵 building in Las Vegas, Nevada, U.S.A.. 삼척 출장샵 View a detailed profile 양산 출장안마 of the structure 129101 including further data