html

12/12/2015

TUGAS 2 - ETIKA BISNIS


REVIEW ARTIKEL ETIKA BISNIS
Judul     : Etika Bisnis Dalam Kasus Impor Daging Sapi
Penulis  : Ktut Silvanita
Jurnal   : Kajian Ilmiah Ubhara Jaya, Volume 14, Nomor: 2, April 2014

Ketahanan pangan merupakan isu strategis pemerintah Indonesia seperti yang dituangkan dala Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 2002. Salah satu bentuk ketahanan pangan adalah memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri. Dalam kasus Swasembada daging sapi krisis daging meningkatkan persaingan antar importir, terjadilah peningkatan produksi sapi dalam negeri dan penurunan impor sapi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan daging sapi melebihi produksinya di dalam negeri. Kuota impor yang semakin sedikit dan jumlah importir yang meningkat telah mendorong perusahaan importir untuk melakukan pelanggaran etika bisnis dengan melakukan suap. Praktik curang ini tidak hanya merugikan perusahaan lain tetapi juga masyarakat dan negara. Etika bisnis bertujuan menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis untuk mejalankan bisnisnya secara benar dan mengikuti prinsip-prinsip bisnis yang beretika. Untuk itu, etika bisnis sejatinya menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman utnuk melaksanakan pekerjaan dengan dilandasi moral yang jujur, luhur, transparan dan sikap yang profesional.
Pelanggaran etika bisa terjadi dimana saja, termasuk dalam dunia bisnis seperti suap. Suap merupakan pelanggaran etika bisnis yang merugikan banyak pihak termasuk negara. Terdapat banyak alasan melakukan suap seperti kepentingan bisnis, kebiasaan, bentuk dari komisi, pajak atau kompensasi. Menurut Bertens (2000) dalam bukunya “Pengantar Etika Bisnis” terdapat 4 alasan bahwa suap dianggap tidak bermoral yaitu suap melanggar etika pasar, suap adalah praktik tidak etis, suap bertentangan dengan asas keadilan, praktik suap mengandung perbuatan tidak etis dan ilegal.
Mekanisme penetapan alokasi impor daging sapi yang terjadi di Indonesia pada tahun 2013 dan pembagian kuota dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Permentan no. 50/2011 telah diputuskan bahwa alokasi impor nasional daging sapi tahun 2013 sebesar 80.000ton, terdiri dari 60% impor dalam bentuk sapi bakalan (267.000 ekor sapi atau 48.000 ton daging) dan 40% impor dalam bentuk daging sapi (32.000 ton).
Tujuan dari bisnis adalah mendapatkan keuntungan. Namun bila keuntungan diperoleh dengan cara yang tidak terpuji, akan akan merugikan perusahaan itu sendiri, dan stakeholders lainnya serta masyarakat. Dalam kasus impor daging sapi dan kegiatan-kegiatan bisnis lainnya, birokrasi yang panjang serta keterlibatan berbagai pihak membuka peluang bagi pelaku bisnis untuk melakukan perbuatan curang untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Perbuatan curang (suap) menurunkan dan menghilangkan peluang bagi perusahaan lain untuk memperoleh keuntungan. Perbuatan suap merupakan pelanggaran etika bisnis.
Etika bisnis mendorong mendorong pelaku bisnis untuk mewujudkan citra dan manajeen bisnis yang etis sehingga menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap dunia bisnis. Untuk menjalankan bisnis yang beretika diperlukan adanya pengendalian etika dalam bisnis, yaitu:
  1. Pengendalian diri
  2. Pengembangan tanggung jawab sosial
  3. Mempertahankan jati diri
  4. Menciptakan persaingan sehat
  5. Menerapkan konsep “Pembangunan Berkelanjutan”
  6. Menghindari sifat katabelece, kongkalikong, koneksi, kolusi
  7. Mampu mengatakan yang benar adalah benar
  8. Menumbuhkan sikap saling percaya
  9. Konsukuen dan konsisten dengan aturan main bersama
  10. Memlihara kesepakatan
  11. Menuangkan dalam hukum positif
Keuntungan akan diperoleh dari suatu bisnis dengan melakukannya secara baik dan etis, good business, yaitu bisnis yang bersih, jujur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebaliknya keuntungan yang diperoleh dengan cara tidak terpuji akan terungkap pada waktunya, dan pada akhirnya akan menurunkan citra perusahaan, menurunkan kepercayaan karyawan, dan merugikan stakeholders serta shareholders.

Referensi
https://ktutspaneblog.files.wordpress.com/2014/06/jurnal-ubhara.pdf

1 comment:

  1. Casino de Monte Carlo | Dr.MCD
    The Casino 용인 출장샵 de 목포 출장마사지 Monte Carlo is a 16-story 여수 출장샵 building in Las Vegas, Nevada, U.S.A.. 삼척 출장샵 View a detailed profile 양산 출장안마 of the structure 129101 including further data

    ReplyDelete